Monday, April 20, 2015

Monday, November 10, 2014

Asam Urat, Penyakit Kaum Tamak


Pernahkah Anda bangun pada pagi hari dan tiba-tiba merasakan nyeri yang amat menyiksa pada persendian jempol kaki? Jangankan untuk melangkah, disentuh pun rasanya seperti terbakar. Setelah berpikir lama, seingat Anda tidak ada cedera yang dialami malam sebelumnya. Yang dilakukan malam sebelumnya hanya makan sup kambing yang penuh jeroan dan emping, terus pergi tidur. Lalu apa yang menyebabkan penderitaan kaki bengkak yang sedang Anda alami? Anda telah mengalami serangan pertama asam urat.
Sebenarnya asam urat bukanlah penyakit yang baru, karena sudah dikenal sejak zaman firaun dan tercatat dalam sejarah sejak 2640 SM. Sejak dahulu kala, asam urat dijuluki “penyakit para raja” karena diduga disebabkan oleh makanan yang hanya dapat dikonsumsi oleh para raja. Dengan gaya hidup maupun diet orang sekarang, yang kadang kala melebihi raja, asam urat kini dapat menyerang siapa saja.

Apa Sebenarnya Asam Urat?
Secara medis, asam urat dikategorikan sebagai sejenis rematik, dan bagi yang pernah mengalaminya, merupakan rematik yang paling menyakitkan. Hal itu disebabkan akumulasi kristal urat di persendian yang berlebihan yang menyebabkan pembengkakan serta rasa nyeri. Ini yang dikenal sebagai serangan asam urat.
Serangan asam urat yang pertama cenderung bermula di jempol kaki, tapi lama kelamaan dapat menyebar sampai ke pergelangan kaki, bahkan bisa menyerang lutut, jari-jari tangan dan persendian lainnya. Kristal urat terbentuk karena tingkat asam urat dalam darah yang sangat tinggi. Secara alami badan menghasilkan asam urat saat mengurai purin (zat yang banyak terdapat di tubuh kita maupun berbagai makanan).
Seharusnya asam urat larut dalam darah dan disaring oleh ginjal, lalu terbuang saat buang air kecil. Namun, terkadang tubuh memproduksi asam urat secara berlebih atau ginjal gagal untuk menyaringnya secara sempurna, sehingga asam urat menumpuk, lalu membentuk kristal urat yang tajam-tajam di persendian.

Apa Penyebab Asam Urat?
Makanan dengan kadar purin tinggi adalah penyebab utama serangan asam urat. Beberapa jenis makanan yang harus dihindari, antara lain jeroan, kerang-kerangan, daging kalengan, kalkun, jamur, asparagus, kacang melinjo, emping, durian, kembang kol, buncis dan bayam. Ini tidak berarti semua makanan tinggi purin dilarang untuk dikonsumsi, hanya perlu dikurangi, dan jangan lupa selalu menyediakan obat pengurang nyeri asam urat apabila belum sanggup membatasi porsi makanan kegemaran Anda. Minuman dengan kandungan gula tinggi maupun minuman beralkohol juga dapat menyebabkan serangan asam urat.

Cara Mengurangi Rasa Nyeri
Anda baru saja mengalami serangan asam urat pertama, kaki bengkak dan sangat sakit. Apa yang harus dilakukan untuk mengurangi rasa nyeri ini? Apabila mencari solusi instan, dokter akan menyarankan Anda untuk mengonsumsi obat , seperti NSAID atau colchicine untuk mengurangi rasa nyeri. Namun, obat tersebut tidak bisa membantu memecahkan penumpukan kristal urat di persendian. Untuk itu, Anda harus mengonsumsi corticosteroids. 
Untuk membantu mengurangi penumpukan asam urat dalam tubuh dan memperbaiki fungsi ginjal, sangat disarankan untuk mengonsumsi air sebanyak 6 liter tiap hari, selama mengalami serangan asam urat.
Bagi mereka yang mencari solusi alternatif atau obat herbal untuk mengobati asam urat, salah satu cara tradisional yang dipercaya nenek moyang adalah dengan teh dari daun pohon sirsak. Walau tes terhadap khasiat daun sirsak belum teruji, banyak penderita asam urat menyatakan keampuhannya.
Peneliti dari Institut Pertanian Bogor menemukan khasiat dari ekstrak kulit buah manggis, yang dapat mengurangi tingkat asam urat dalam tubuh. Buah-buahan yang kaya akan vitamin C, seperti buah kiwi, ceri dan pepaya juga dapat bantu memecahkan kristal urat.

Ini Lima Pemicu Asam Urat Cepat Muncul


Asam urat menyulitkan aktivitas kita. Selain karena makanan, ada lima faktor penyebab asam urat. Apa saja itu?

1. Usia
Gout lebih banyak ditemukan pada orang berusia 45 tahun ke atas, meski tak sedikit juga orang yang baru menginjak usia 30 tahun sudah menderita asam urat.
"Semakin tua seseorang, risiko menderita asam urat akan semakin besar," kata Theodore Fields, MD, profesor dan ahli sendi. Pasalnya, usia yang menua berarti fungsi ginjal berkurang. Hal ini berakibat pada kadar asam urat yang bertambah. Obat-obat yang dipakai seiring bertambahnya usia juga dapat meningkatkan risiko terkena asam urat.

2. Kondisi kesehatan
Orang yang mengidap penyakit lain cenderung terkena asam urat, misalnya kegemukan atau diabetes. Penderita obesitas punya risiko empat kali lebih besar menderita asam urat dibanding yang berberat badan normal.
Resistensi insulin dan diabetes juga memicu terbentuknya asam urat karena kondisi tersebut mengganggu fungsi ginjal. Penderita tumor ganas pun juga dapat mempunyai kadar asam urat yang tinggi.

3. Jenis kelamin
Penderita penyakit ini kebanyakan memang laki-laki. Ketika gout menyerang di usia muda, penyakit ini bisa berkelanjutan hingga seumur hidup. Laki-laki memang memiliki asam urat yang lebih tinggi ketimbang wanita, kata Dr Fields. Hormon estrogen pada wanita cenderung melindunginya dari asam urat sejak anak-anak. Namun, setelah menopause, risiko terkena asam urat menjadi sama dengan kaum pria. Ini adalah faktor penyebab asam urat yang penting.

4. Obat-obatan
Beberapa jenis obat-obatan juga dapat meningkatkan risiko terserang gout. Misalnya, obat diuretik, aspirin, atau obat untuk keperluan transplantasi. Memang beberapa jenis obat tersebut penting dan tidak bisa dihentikan. Solusinya adalah mengonsumsi obat tambahan yang bisa menurunkan kadar asam urat. Konsultasikan hal ini kepada dokter.

5. Konsumsi alkohol
Minuman beralkohol juga bisa membuat Anda merasakan sengatan nyeri asam urat. Walau wine tidak membuat asam urat, tapi tidak demikian halnya dengan bir. Jika Anda sudah terdiagnosis memiliki kadar asam urat yang tinggi, mulailah menghentikan kebiasaan minum.
Lima faktor penyebab asam urat ini sangat umum didapati dan bisa dicegah.

Kadar Asam Urat Dalam Darah dapat diturunkan hanya dengan minum Air 10 Gelas per hari


Secara ilmiah asam urat merupakan produk buangan dari metabolisme "purin" sel. Dalam serum darah, asam urat yang berasal dari bahan makanan maupun dari hasil metabolisme purin sel tubuh terdapat dalam bentuk "natrium urat". Kandungan normal natrium urat di dalam serum kurang dari 7 mg/dl.
Kelebihan natrium urat akan dikeluarkan (diekskresi) bersama urin melalui ginjal sebagai "asam urat" urin. Peningkatan kadar asam urat dalam serum dapat disebabkan oleh meningkatnya produksi asam urat atau menurunnya pengeluaran asam urat.
Demikian dijelaskan Djoko Sutopo, seorang ahli gizi yang tinggal di Gorontalo dalam artikelnya yang dikutip Tribunnews.com dari grup Facebook Gerakan Sadar Gizi.
Nah, bagaimana mencegah agar kadar asam urat ini tidak mengganggu fungsi kerja tubuh? Yuk simak tipsnya.
1). Konsumsi cairan yang tinggi, terutama dari minuman, dapat membantu pengeluaran asam urat sehingga dapat menurunkan kadar asam urat dalam darah. Sebaiknya, minum sebanyak 2,5 liter atau 10 gelas sehari.
2).Sayuran dan buah yang banyak mengandung air, seperti semangka, melon, blewah, nanas, belimbing, jambu air, maupun buah lainnya sangat baik dikonsumsi. Pada umumnya, buah yang banyak airnya sangat sedikit mengandung purin.
3). Konsumsi karbohidrat kompleks, seperti nasi, roti, singkong, ubi jalar, dan talas, dapat meningkatkan pembuangan kelebihan asam urat di dalam darah.
4).Jika terjadi "hiperurisemia" konsumsi sumber protein kompleks (purin tinggi) harus dibatasi seperti: daging, jeroan, kacang-kacangan, bayam, buncis.
Perhatian :
1). Tidak semua sakit di persendian disebabkan oleh "asam urat"
2). Konsultasikan sakit persendian dengan dokter dan perlu dilakukan pemeriksaan penunjang diagnostik.
3). Jangan meminum obat-obatan penurun asam urat (alopurinol, urikosurik) tanpa resep dokter karena obat-obatan yang tidak tepat akan bersifat racun.