Pernahkah Anda bangun pada pagi hari dan tiba-tiba merasakan nyeri yang amat menyiksa pada persendian jempol kaki? Jangankan untuk melangkah, disentuh pun rasanya seperti terbakar. Setelah berpikir lama, seingat Anda tidak ada cedera yang dialami malam sebelumnya. Yang dilakukan malam sebelumnya hanya makan sup kambing yang penuh jeroan dan emping, terus pergi tidur. Lalu apa yang menyebabkan penderitaan kaki bengkak yang sedang Anda alami? Anda telah mengalami serangan pertama asam urat.
Sebenarnya asam urat bukanlah penyakit yang baru, karena sudah dikenal sejak zaman firaun dan tercatat dalam sejarah sejak 2640 SM. Sejak dahulu kala, asam urat dijuluki “penyakit para raja” karena diduga disebabkan oleh makanan yang hanya dapat dikonsumsi oleh para raja. Dengan gaya hidup maupun diet orang sekarang, yang kadang kala melebihi raja, asam urat kini dapat menyerang siapa saja.
Apa Sebenarnya Asam Urat?
Secara medis, asam urat dikategorikan sebagai sejenis rematik, dan bagi yang pernah mengalaminya, merupakan rematik yang paling menyakitkan. Hal itu disebabkan akumulasi kristal urat di persendian yang berlebihan yang menyebabkan pembengkakan serta rasa nyeri. Ini yang dikenal sebagai serangan asam urat.
Serangan asam urat yang pertama cenderung bermula di jempol kaki, tapi lama kelamaan dapat menyebar sampai ke pergelangan kaki, bahkan bisa menyerang lutut, jari-jari tangan dan persendian lainnya. Kristal urat terbentuk karena tingkat asam urat dalam darah yang sangat tinggi. Secara alami badan menghasilkan asam urat saat mengurai purin (zat yang banyak terdapat di tubuh kita maupun berbagai makanan).
Seharusnya asam urat larut dalam darah dan disaring oleh ginjal, lalu terbuang saat buang air kecil. Namun, terkadang tubuh memproduksi asam urat secara berlebih atau ginjal gagal untuk menyaringnya secara sempurna, sehingga asam urat menumpuk, lalu membentuk kristal urat yang tajam-tajam di persendian.
Apa Penyebab Asam Urat?
Makanan dengan kadar purin tinggi adalah penyebab utama serangan asam urat. Beberapa jenis makanan yang harus dihindari, antara lain jeroan, kerang-kerangan, daging kalengan, kalkun, jamur, asparagus, kacang melinjo, emping, durian, kembang kol, buncis dan bayam. Ini tidak berarti semua makanan tinggi purin dilarang untuk dikonsumsi, hanya perlu dikurangi, dan jangan lupa selalu menyediakan obat pengurang nyeri asam urat apabila belum sanggup membatasi porsi makanan kegemaran Anda. Minuman dengan kandungan gula tinggi maupun minuman beralkohol juga dapat menyebabkan serangan asam urat.
Cara Mengurangi Rasa Nyeri
Anda baru saja mengalami serangan asam urat pertama, kaki bengkak dan sangat sakit. Apa yang harus dilakukan untuk mengurangi rasa nyeri ini? Apabila mencari solusi instan, dokter akan menyarankan Anda untuk mengonsumsi obat , seperti NSAID atau colchicine untuk mengurangi rasa nyeri. Namun, obat tersebut tidak bisa membantu memecahkan penumpukan kristal urat di persendian. Untuk itu, Anda harus mengonsumsi corticosteroids.
Untuk membantu mengurangi penumpukan asam urat dalam tubuh dan memperbaiki fungsi ginjal, sangat disarankan untuk mengonsumsi air sebanyak 6 liter tiap hari, selama mengalami serangan asam urat.
Bagi mereka yang mencari solusi alternatif atau obat herbal untuk mengobati asam urat, salah satu cara tradisional yang dipercaya nenek moyang adalah dengan teh dari daun pohon sirsak. Walau tes terhadap khasiat daun sirsak belum teruji, banyak penderita asam urat menyatakan keampuhannya.
Peneliti dari Institut Pertanian Bogor menemukan khasiat dari ekstrak kulit buah manggis, yang dapat mengurangi tingkat asam urat dalam tubuh. Buah-buahan yang kaya akan vitamin C, seperti buah kiwi, ceri dan pepaya juga dapat bantu memecahkan kristal urat.
No comments:
Post a Comment